Terdiam
Enggak ngerti. Iya. Enggak ngerti lagi. Saking nggak
ngertinya sampe bingung mau ngomong apa. Diam.
Yang sering terjadi. Semua penjelasanku, perlakuanku,
salah kamu artikan. Kamu pikir aku hanya bisa mengomel, aku hanya bisa protes
dan mengganggu. Kamu pikir aku melakukannya untuk mencari perhatianmu? Kamu
pikir aku hanya bisa menangis, aku hanya bisa meronta dan mengeluh. Kamu pikir
aku melakukannya untuk mencari kasihanmu? Ya aku menunjukkannya. Karena tidak
mengungkapkan membuat kamu menerka-nerka. Aku bukan tebak-tebakan. Kamu
hanya kurang peka. Itu saja.
Ketika aku lelah, aku membuatnya seperti teka-teki.
Jawaban singkatku. Kadang aku hanya ingin kamu menanyakan kembali keadaanku.
Kadang aku hanya merasa cemburu dan ingin kamu membujukku. Ya terkadang aku
ingin diperjuangkan. Aku hanya ingin membuatmu paham, bahwa ada perasaan yang
harus kamu mengerti. Kamu akan selalu tau kan ke mana aku akan pulang? Kamu,
sejak lama menjadi tempat ternyamanku. Tempat yang sudah kugantungkan dengan
lukisan-lukisan indah, yang selalu terputarkan lagu-lagu kesayangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar