Laman

Kamis, 10 April 2014

Terdiam

Enggak ngerti. Iya. Enggak ngerti lagi. Saking nggak ngertinya sampe bingung mau ngomong apa. Diam.

Yang sering terjadi. Semua penjelasanku, perlakuanku, salah kamu artikan. Kamu pikir aku hanya bisa mengomel, aku hanya bisa protes dan mengganggu. Kamu pikir aku melakukannya untuk mencari perhatianmu? Kamu pikir aku hanya bisa menangis, aku hanya bisa meronta dan mengeluh. Kamu pikir aku melakukannya untuk mencari kasihanmu? Ya aku menunjukkannya. Karena tidak mengungkapkan membuat kamu menerka-nerka. Aku bukan tebak-tebakan. Kamu hanya kurang peka. Itu saja.

Ketika aku lelah, aku membuatnya seperti teka-teki. Jawaban singkatku. Kadang aku hanya ingin kamu menanyakan kembali keadaanku. Kadang aku hanya merasa cemburu dan ingin kamu membujukku. Ya terkadang aku ingin diperjuangkan. Aku hanya ingin membuatmu paham, bahwa ada perasaan yang harus kamu mengerti. Kamu akan selalu tau kan ke mana aku akan pulang? Kamu, sejak lama menjadi tempat ternyamanku. Tempat yang sudah kugantungkan dengan lukisan-lukisan indah, yang selalu terputarkan lagu-lagu kesayangan.

Ya. Lagi-lagi aku nggak ngerti. Aku bukan lagi yang harus pulang ke sana. Aku tau masih ada kebimbangan padamu. Aku tau kamu tidak benar-benar menginginkanku (lagi). Aku tau semua tulisanku tidak akan mengesankanmu. Tidak ada lagi yang menarik hatimu. Jika ada yang lain, silakan. Karena ketika kamu mengatakan sayang padaku dan itu benar, pasti tidak akan ada pilihan lain. Aku bukan dan tidak ingin menjadi pilihan. Aku egois. Iya aku hanya ingin menjadi yang nomor satu. Prioritas. Aku nggak ngerti lagi harus diapakan perasaan ini. Aku tau aku terlalu tinggi terbang dan aku terlalu lama memperjuangkanmu, membuntuti 'batas' yang tidak terlihat dan tidak akan hilang. Apa salah mengejar yang tak ingin dikejar dan mencoba mendekap benteng yang takkan terdekap? Apa salah menaruh bahagia pada orang yang tidak merindukanku melainkan merindukan memori? Ya, semua hanya sebatas memori yang tertinggal dibelakang, entah semua yang ku harapkan akan terwujud nantinya atau akan menjadi kehidupan dengan cerita yang berbeda. Hanya Waktu dan tuhan yang dapat memberi kepastian. 
Arti Tangisan Wanita

Jika seorang wanita menangis dihadapanmu, 
Itu berarti dia tak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis, 
Dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi, 
Dia tidak akan pernah kembali lagi menjadi dirinya yang dulu.
Selamanya….
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amat dia sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.
Jika seorang wanita pernah menangis karena mu,
Tolong pegang tangannya dengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetap
bersamamu sepanjang hidupmu.
Jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu,
kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,
Saat dia menangis karnamu,
Lihatlah matanya….
Dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?
Pikirkan….
Wanita mana lagikah yang akan menangis
dengan murni, penuh rasa sayang,
Didepanmu dan karenamu……
Dia menangis bukan karena dia lemah
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis, Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.
Pikirkanlah tentang hal itu.
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dan semuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apa yang telah kau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahu jawabannya….
Pertimbangkanlah
Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akan terlambat untuk bilang
MAAF!!